Fitnah-fitnah yang dialami oleh Adrian Dharma Wijaya, MBA yang mana tidak akan dicabut tetapi malah ditambah selama saya belum masuk kristen/yahudi/israel:

 

  1. Setiap film yang diputar adalah menceritakan tentang diri saya dan siapa diri saya.

  2. Saya suka mengganggu istri orang.

  3. Saya punya hutang dimana-mana, padahal orang-oranglah yang punya hutang kepada saya, banyak orang punya hutang kepada saya, mereka memakai jasa saya tetapi tidak pernah bayar

  4. Bila kamu melihat adri, maka meludahlah di depannya, maka kamu sama dengan menghormati adri

  5. Semua orang tahu, pada yang mana mereka harus menteror, tetapi bila saya membela diri, mendadak mereka tidak tahu siapa saya sesungguhnya.

  6. Semua orang tahu siapa saya dan segala kemampuan yang saya miliki, tetapi bila saya menuntut, mendadak mereka tidak tahu apa-apa.

  7. Tidak nampak oleh mata

  8. Jangan percaya apapun perkataan dan pendapat saya.

  9. Bisa menghilang

  10. Bisa berganti-ganti orang/fisik

  11. Bisa berpindah-pindah dari seorang ke orang lainnya

  12. Homo sex

  13. banci

  14. bandar mafia pengedar narkotik

  15. perampok

  16. pencuri

  17. penipu

  18. pembohong

  19. tukang peras

  20. pengecut

  21. preman

  22. tukang aniaya perempuan

  23. sekafir-kafirnya orang kafir

  24. tidak bisa bekerja

  25. tidak bisa diandalkan

  26. pemalas

  27. tukang menggelapkan segala sesuatu

  28. brandalan

  29. broken home

  30. tukang perkosa perempuan

  31. dll. sebutan kejahatan penjahat lainnya. Pokoknya kesimpulannya saya adalah sejahat-jahatnya orang jahat, sekafir-kafirnya orang kafir dan segila-gilanya orang gila.

  32. Sengaja berfikir salah dan menafsirkan salah tentang diri saya

  33. Bila orang berbicara tentang dirinya berarti itu adalah diri saya

  34. Bila orang berbicara tentang diri saya, berarti itulah yang benar tentang diri saya , sekalipun yang dibicarakan itu salah

  35. Bila saya berbicara tentang diri saya, itu bukanlah tentang diri saya

 

 

 Back to Top 

 Back to Biographi 

 Back to Main Menu 

otto